Mencintai Tapi Tak Dicintai

Cinta

Sebagai manusia yang 100% normal, pasti punya perasaan mencintai dan ingin dicintai. Cinta itu seperti sayang. Cinta sejati layaknya rasa ingin selalu menjaga, memiliki, berbagi, berkorban dan hidup bersama hingga mati. Kadang saya berfikir, andai orangtua saya tidak bertemu dan saling mencintai lalu saya akan jadi anak siapa? Hehe analisis konyol yang pernah saya pikirkan.
Rasa cinta tidak hanya dimiliki oleh sepasang kekasih. Cinta juga ada dalam keluarga. Cinta orangtua pada anak, cinta kakak pada adiknya dan lain sebagainya. Sebelum mempunyai pasangan hidup, tentu anda sudah terbiasa dengan cinta dalam keluarga. Membiayai sekolah, diobatkan ketika sakit, dibelikan apa yang diinginkan dan berbagai macam hal yang tak akan bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Sayangnya tidak semua orang yang dicintai membalas dengan cinta yang sama. Ada yang kurang sekali ada yang pas dan ada yang sangat berlebihan. Sesuatu yang pas takarannya tentu hasilnya akan lebih baik dari pada yang kurang atau yang berlebihan. Contoh kurangnya cinta yaitu ketika anda mencintai seseorang namun dia tidak balas mencintai anda atau membalas namun bertepuk sebelah tangan, tentu hal tersebut sangat menyakitkan ya kawan. Seperti juga halnya orangtua yang mencintai dan menyayangi anaknya namun sang anak selalu mengganggap orangtuanya jahat, mengekang dan lain sebagainya.
Keseimbangan antara mencintai dan dicintai nampaknya perlu proses yang sangat panjang. Perlu adanya kejadian besar yang memang benar-benar membuktikan rasa cinta itu ada. Sehingga dia dapat mencintai saya, seperti saya yang mencintainya. Hehe, bagaimana menurut sahabat hanhan, apakah anda setuja? Eh setuju maksutnya ^_^

Jangan lupa kalo kalian menyukai artikel Mencintai Tapi Tak Dicintai ini silahkan tinggalkan komentar atau bagikan aja artikel ini melalui :

Facebook, GooglePlus, Twitter, atau di like lah ya :)
Comments
0 Comments

0 Response to "Mencintai Tapi Tak Dicintai"

Posting Komentar

Kecantikan

Cinta

Kuliner

Resep Masakan

Korea