Terbiasa Tak Katakan Terimakasih

Manusia terbiasa menerima bantuan termasuk dari orang-orang yang menyayanginya. Utamanya dari orangtua kemudia suami/istri dan kekasih. Namun sekan kata terimakasih jarang diberikan kepada ketiga golongan orang yang menyayangi ini. Mereka yang mengorbankan segala tenaga, waktu dan pikiran untuk membahagiakan orang yang disayangi seakan luput dari ucapan terimakasih. Padahal ketiga golongan itu adalah pokok yang membuat kesempurnaan selama ini dirasakan. Begitu besarnya pengorbanan orangtua dari kita kecil hingga sedewasa ini, pengorbanan istri/suami yang rela melakukan apapun demi menghidupi keluarga sehingga keluarga tidak kekurangan dan waktu, kasih sayang, perhatian yang diberikan seorang kekasih/pacar sebagai tanda cinta yang tulus.

Ucapkan terimakasih sekarang
Bodohnya lupa mengucapkan terima kasih ini memang nyata terjadi dikehidupan sehari-hari. Ketika orangtua memberikan uang saku sebelum berangkat sekolah, ingat ketika orangtua meladeni apa yang diinginkan anaknya, apakah sudah ucapan terimakasih itu terlontar? Kenapa jika ada teman yang memberikan jadwal, yang meminjamkan uang, lebih cepat berkata "teriamakasih kawan". Ketika seorang istri memberikan tabungannya untuk membelikan sepeda motor agar suaminya tidak berangkat ke sawah dengan jalan kaki, padahal suami punya sawah sendiri yang banyak dan istri hanya berbisnis warung kecil dirumah, sudahkah suami mengucapkan terimakasih kepada pengorbanan istrinya? Sudahkan suami sekali saja membantu berbelanja kebutuhan diwarung? Sudahkan suami ikut bangun sebelum subuh demi menyiapkan dagangan yang akan dibawa istrinya ke pasar? Suami cepat berkata terimaksih ketika teman lamanya datang dengan membawa buah tangan sekedarnya. Suami tidak lupa mengatakan "terimakasih banyak bos" ketika mendapatkan gaji tambahan. Dan ketika seorang kekasih jauh dari seberang datang untuk menemani, memasakkan nasi, merapikan kamar, memberikan kasih sayang, sudahkan ucapan terimakasih diberikan? Orang lain yang melipatkan selimut saja langsung berucap "terimakasih ya sudah dilipatkan selimutku".


Bukan hanya berlaku pada anak dan suami. Orangtua dan istripun juga bisa demikian. Seakan ucapan terimakasih hanya untuk orang yang tidak begitu dekat. Seakan ucapan terimakasih hanya agar diri terlihat terhormat dan wibawa dihadapan orang lain. Sedangkan orang yang benar-benar peduli dan menyayangi seakan tidak mencium bau terimakasih. Memberi dan berkorban banyak tapi cepat hilang bekasnya, cepat juga terlupakan.

Semoga tulisan ini mengingatkan kepada kita semua tentang rasa berterimakasih, khususnya saya pribadi agar mengutamakan berterimakasih pada orang-orang yang menyayangi saya. Terimakasih untuk orangtua yang sudah memberikan segalanya kepada saya dan kekasih yang selalu menyayangi saya sehingga saya tidak merasa kekurangan. Do'a selalu untuk kalian :)

Jangan lupa kalo kalian menyukai artikel Terbiasa Tak Katakan Terimakasih ini silahkan tinggalkan komentar atau bagikan aja artikel ini melalui :

Facebook, GooglePlus, Twitter, atau di like lah ya :)
Comments
0 Comments

0 Response to "Terbiasa Tak Katakan Terimakasih"

Posting Komentar

Kecantikan

Cinta

Kuliner

Resep Masakan

Korea